The Scarecrow and His Servant – Si Boneka Jerami dan Pelayannya

7274680Detail buku:
Judul asli: The Scarecrow and His Servant
Penulis: Philip Pullman
Ilustrator: Peter Bailey
Penerjemah: Dibyareswari U.P.
Editor: Wulan Kusumawardhani & Meilia
Desain sampul: Martin Dima
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 200 hlm
Cetakan 2009
ISBN: 978-979-22-5146-3

Blurb:

Suatu malam, hujan badai menerpa. Petir menyambar sebuah boneka jerami, dan tahu-tahu boneka itu Hidup!

Maka dimulalah kisah si Boneka Jerami, yang meski berotak kacang polong, namun punya ide-ide cemerlang. Ia bertemu Jack, anak laki-laki yang setia menemaninya. Berbagai petualangan seru mereka alami: bertemu gerombolan perampok, terombang-ambing di laut, menghindari akal-akalan keluarga Buffaloni. Tujuan mereka adalah Spring valley, tempat menakjubkan yang tertulis di hati si Boneka Jerami.

Resensi:
Apa yang muncul dalam benakmu ketika mendengar istilah boneka pengusir burung? Untuk apa pula dibuat boneka untuk mengusir burung? Memangnya burung-burung bisa ditipu dengan keberadaan boneka tersebut?

Orang Indonesia terutama orang Jawa menyebut boneka pengusir burung itu sebagai orang-orangan sawah. Fungsinya tentu saja memang untuk mengusir burung yang berdatangan untuk memakan padi yang ditanam para petani di sawah pada masa panen.

Apa jadinya ketika boneka atau orang-orangan sawah tersebut mendadak hidup dan memintamu menjadi pelayanmu? Apakah kau akan lari ketakutan, atau mau saja diajak boneka tersebut untuk berpetualang?

Adalah Jack yang memberanikan diri menjadi pelayan sang boneka pengusir burung yang di buku ini disebut sebagai boneka jerami. Jangan salah, boneka jerami di buku ini tidak seperti boneka pengusir burung kebanyakan. Dia hidup, bisa bergerak bebas, dan berjalan setelah pada suatu hari tersambar petir di ladang yang jauh dari tempat Mr. Pandolfo, lelaki tua pembuatnya tinggal. Kenapa boneka jerami itu bisa berpindah tempat sebelumnya? Hal itu terjadi karena melibatkan kemalasan para petani pencurinya untuk membuat boneka pengusir burung sendiri.

Pertemuan Jack dan boneka jerami terjadi secara tidak sengaja dan sejak saat itu keduanya seakan tidak terpisahkan. Sebagian besar petualangan yang mereka alami terjadi karena keingintahuan sang boneka terhadap banyak hal baru di sekitarnya. Mulai dari menghadapi perampok yang bermalam di kastel rusak, bermain sandiwara keliling di pasar, bekerja di ladang tempat boneka jerami jatuh cinta pada sesuatu yang tidak terduga, bertemu seorang peramal, ikut berperang bersama bersama resimen, hingga akhirnya terdampar di sebuah pantai penuh dengan burung-burung yang tengah mengadakan kongres.

Sementara Jack lebih banyak berperan menjadi seorang penengah yang harus menghentikan kesalahapahamaan yang kerap terjadi karena kepolosan dan ketidak tahuan Boneka Jerami akan suatu hal. Namun begitu boneka jerami berulang kali menjadi penyelamat Jack ketika mereka kehabisan makanan, dia merelakan kepala lobaknya untuk disayat pelan-pelan dan disantap oleh Jack. Tak heran di akhir cerita bentuk dan rupa boneka jerami sudah tidak seperti aslinya karena banyak bagian tubuhnya yang diganti karena keadaan yang memaksanya.

Menghilangnya boneka jerami dari rumah Mr. Pandolfo tua di awal cerita ternyata tidak begitu saja menghentikan keluaga Buffaloni, keluarga besar lelaki tua tersebut untuk mencari boneka jerami. Boneka jerami mereka anggap sebagai peninggalan Mr. Pandolfo yang memiliki sesuatu yang mengancam keinginan mereka unutk menguasai harta saudara mereka tesebut. Segalanya pun terjawab di akhir cerita, memberikan jawaban bagi keinginan boneka jerami selama ini untuk kembali ke tempatnya berasal.


Memang butuh waktu dan mood yang pas untuk membaca buku ini karena sudah berulang kali aku baca dan berhenti di bab-bab awal karena tidak dapat feel-nya. Cukup mengherankan bagiku karena bukunya sendiri tidak terlalu tebal. Mungkin aku memang harus memunculkan kembali mood membaca cerita anak-anak yang penuh hal biasa namun bisa berkembang menjadi sesuatu yang luar biasa.

Aku sendiri gemes sekaligus jengkel dengan boneka jerami yang ingin tahu dan mencoba segala hal yang baru tanpa memikirkan risikonya. Err, ya jelas dia tidak bisa berpikir tentang risiko karena dia kan… boneka, bukan orang #tepokjidat

Karakter Jack sebagai sang pelayan pun cenderung sabar, tidak putus asa menghadapi kepolosan dan keingintahuan boneka jerami yang luar biasa dampaknya di setiap kejadian. Sungguh sosok seorang sahabat setia yang dibutuhkan oleh sang boneka jerami.

Berbagai karakter pendukung yang muncul tentu saja memiliki peran masing-masng yang ikut menentukan jalan cerita dalam buku ini. Bahkan kemunculan beberapa karakter baru menjelang akhir cerita nantinya memberikan kejutan tidak terduga untuk boneka jerami dan Jack.

Buku ini cukup menghibur dan memberi bayak pelajaran untuk para pembacanya. Jangan menilai sesuatu dari kulit luarnya dan jangan ragu berbuat kebaikan sekecil apapun karena semuanya akan terbalas di kemudian hari. Dan percayalah bahwa segala niat buruk pasti tidak pernah berakhir seperti yang diharapakan.

Buku dengan kover yang berwarna-warni indah ini cocok untuk bacaan anak-anak sampai remaja yang suka dengan cerita petualangan. Beberapa ilustrasi di dalamnya pun ikut membantu para pembaca mendapatkan gambaran seperti apa adegan yang tengah diceritakan. Walaupuhn begitu, tidak menutup kemungkinan buku ini dibaca oleh para orang dewasa yang menginginkan cerita sederhana namun tetap menghibur.

Sensasi rasa seusai baca: 3/5

Post ini dibuat dalam rangka Posbar BBI Bulan April 2016.22x4qx

3 thoughts on “The Scarecrow and His Servant – Si Boneka Jerami dan Pelayannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s