Forgotten Promises

26025372Detail buku:
Judul: Forgotten Promises
Penulis: Jessica Lemmon
Penerbit: Random House Publishing Group
Format: ebook
Tebal: 229 hlm

Blurb:

In an edgy, seductive novel hailed by Rachel Van Dyken as “unique and gripping,” Jessica Lemmon introduces the ultimate bad boy . . . and a love that crosses all boundaries.

Morgan Young had a perfect upbringing, and now she’s got a perfect boyfriend and a perfect future—until her twenty-first birthday changes everything. First Morgan finds out, in the most painful way possible, that her relationship is a sham. But that’s nothing compared to the nightmare about to unfold.

It’s too late for Tucker Noscalo. A brutal childhood left him with a bad reputation and a criminal record. Fresh out of jail, Tucker has a score to settle with Baybrook’s crooked chief of police—his own father. Nobody will believe Tucker’s explosive accusations without proof and a good lawyer, neither of which he has on his side. Until he sees someone he used to know, someone who just so happens to be the daughter of the best lawyer in the county.

He needs Morgan to convince her father of the ugly truth. But first he has to convince her, and he’ll do whatever it takes to get her to listen. Confronted by the story of Tucker’s dark past, Morgan feels utterly compelled to help him. And as their connection grows into a fierce bond fueled by raw passion, Morgan finds herself falling for the wrong guy—but never has the promise of love felt so right.

Resensi:
Kehidupan Morgan Young telihat sangat sempurna: punya ayah seorang pengacara, ibu tiri yang sangat menyayanginya, pacar yang setia, dan sahabat yang selalu mendukungnya. Namun di hari ulang tahun dimana dia mengharapkan kado terindah dari sang pacar, ternyata pengkhianatanlah yang dia dapatkan. Seketika hidupnya berubah: kehilangan pacar dan juga sahabat yang selama ini diyakini dia miliki. Parahnya lagi, Morgan harus bertemu dengan Tucker Nascalo, sosok berandalan yang seharusnya ada di penjara.

Dalam sebuah situasi yang tidak terduga, Tucker terpaksa menculik Morgan ke sebuah rumah di hutan. Awalnya Morgan merasa takut dengan keberadaan Tucker, namun ikatan tak terucap yang mereka miliki di masa lalu mendekatkan keduanya. Perlahan Morgan mengetahui alasan Tucker melarikan diri dari penjara: untuk mencegah kejadian traumatis yang dia alami di masa lalu terulang kembali. Kejadian itu pulalah yang menjadi penyebab kematian adiknya, kepergian sang ibu, dan juga alasan kuat dia masuk penjara selepas memukuli ayahnya yang seorang polisi.

Morgan pun memahami kenapa Tucker yang dulu pernah menyelamatkannya di sekolah selalu terlihat menyendiri dan tidak mau disentuh oleh orang lain. Dengan tekad kuat Morgan berusaha membantu Tucker mencegah terulangnya kembali masa lalu traumatis tersebut. Gadis itu merasa masalah putus cinta dan hilangnya sahabat karibnya tidak sebanding dengan nasib Tucker yang kehilangan keluarganya dan harus mengalami pahitnya kehidupan penjara.

Ide yang diambil sebenarnya cukup membuatku tertarik: trauma masa lalu yang menghancurkan hidup seseorang namun sekaligus mendewasakannya dalam bertindak di kemudian hari. Ketika orang yang tepat bersedia mengulurkan tangan, trauma tersebut perlahan memudar walaupun bekasnya tidak akan hilang selamanya.

Kisah cinta yang dihadirkan sendiri cenderung mengikuti pola good girl bad boy yang sepertinya menjadi magnet tersendiri bagi para pembaca wanita. Well, who can deny a sexy and hot bad boy with a pure heart and body like Tucker? Yes, you’re not wrong, his body was pure too #hmpfh But it’s not a big deal beacuse the making love scene was hot, secutive, and sadly I thought it become too much for a short timeline here #sigh

Karakter Tucker berkembang dengan cukup baik: trauma masa lalu menghantuinya, menyebabkannya kehilangan masa kanak-kanak dan remaja yang semestinya, membuatnya cepat dewasa dan cenderung mengasingkan diri. Namun tekad kuat untuk mencegah terjadinya peristiwa sejenis di masa lalu membuat Tucker rela mengorbankan diri untuk mencari bukti otentik yang selama ini terlupakan. Keputusannya untuk membiarkan Morgan mendekatinya memberi kekuatan tersendiri sekaligus menjadi titik lemahnya karena dia tidak ingin gadis itu mengetahui seluruh masa lalu yang dia sembunyikan.

Karakter Morgan sendiri awalnya tidak terlalu menggangguku walalupun ketika putus cinta dia merasa dunianya segera berakhir. Namun ketika dia menjadi terlalu bersemangat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dari Tucker, aku merasa kecewa. Kenekatannya membantu Tucker menjadi nilai lebih yang membuatnya menyadari bahwa hidup tidak melulu tentang sang pacar. Sayangnya ketika dia dan Tucker tidak bertemu selama sekian waktu, Morgan yang dulu seperti hadir kembali. Kasih sayang yang tercurah dari sang ibu tiri dan sang ayah mampu menguatkan Morgan sekaligus bisa membuatnya selalu terlindungi dalam kehidupan yang ‘sempurna’.

Alur cerita berjalan cukup cepat di awal, namun melambat di pertengahan. Konflik yang dihadirkan untuk kedua tokoh utama masih terasa kurang, mendadak saja semua masalah terselesaikan: ayah Morgan turut campur, dan voila, seakan kejadian traumatis yang dialami Tucker berakhir begitu saja. Meskipun Tucker sempat menghilang beberapa lama, namun kehadirannya kembali ke kehidupan Morgan terasa terlalu mulus tanpa konflik berarti.

Para pencinta romance akan tetap menikmati kisah cinta Morgan dan Tucker ini, setidaknya sebagai bacaan ringan untuk mengawali membaca kisah-kisah cinta khas good girl-bad boy bertabur sexy making love scene karya Jessica Lemmon lainnya.

Sensasi rasa seusai baca: 3/5

One thought on “Forgotten Promises

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s