[Resensi+Blog Tour+Giveaway] Kesetiaan Mr. X

31142330Detail buku:
Judul asli: 容疑者Xの献身 [Yōgisha X no kenshin]
Seri: Detective Galileo #3
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Editor: Dessy Harahap
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 320 hlm
Cetakan 25 Juli 2016
ISBN13: 978-602-03-3052-5

Blurb:

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.

Resensi:

“Asumsi itu musuh kita. Apa yang terlihat belum tentu seperti yang kita lihat.” Yukawa. Hlm 232.

Ketika kita mengagumi seseorang dengan sepenuh hati, tanpa sadar kita menginginkan kebahagiaan untuk orang tersebut. Tidak jarang kita akan melakukan segala-galanya untuk menghindarkan orang tersebut dari kesulitan dan bahaya. Segala-galanya, termasuk hal yang kurang masuk akal bagi orang kebanyakan: menutupi kejahatan orang yang kita kagumi.

Inilah yang menjadi ide utama buku bertema detektif kriminal ini. Kekaguman yang menjadi awal mula terjadinya tidak kriminal yang harus dipecahkan para detektif di sepanjang cerita.

Bukan ilmu matematika sejati namanya kalau menggunakan komputer untuk membuktikan kebenaran sebuah teori. Ishigami. Hlm 90.

Adalah Tetsuya Ishigami, seorang guru matematika SMA yang hidup membujang dan diam-diam mengagumi tetangga apartemennya, Yasuko Hanaoka; seorang janda dengan satu orang anak, Misato Hanaoka. Untuk menyambung hidupnya, wanita tersebut bekerja di Benten Tei, sebuah warung bento yang selalu didatangi Ishigami setiap pagi untuk membeli bekal bento spesial.

Rasa kekaguman Ishigami terlihat sangat nyata bagi orang-orang yang melihat interaksinya dengan Yasuko. Sementara itu Yasuko sendiri tidak menyadarinya sampai akhirnya sebuah peristiwa membuat keduanya saling berhubungan. Ketika Shinji Togashi, mantan suami Yasuko datang menerornya dan Misato, wanita itu kehilangan kendali, menyebabkan kematian pria tersebut.

Matematika sama dengan mencari harta karun. Pertama-tama tentukan titik mana yang akan dituju, lalu tentukan rute penggalian menemukan jawabannya. Susun semua rumus sesuai rencana dan kita akan menemukan petunjuk. Jika tidak, ubahlah rute itu. Selama kita menggunakan cara yang jujur, berpikir panjang sekaligus berani, makan kita akan memperoleh entah itu harta karun atau jawaban benar yang selama ini tak pernah bisa ditemukan orang lain. Hlm 99.

Mulai dari sinilah Ishigami mengerahkan segala kemampuannya untuk menghindarkan Yasuko dari kemungkinan terjerat hukuman. Alibi dipersiapkan, bukti-bukti pembunuhan disamarkan, dan tentu saja mayat Togashi pun disembunyikan dengan rapi oleh Ishigami.

Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya sosok mayat dengan wajah dirusak dan jemari terbakar yang teridentifikasi sebagai Togashi ditemukan oleh polisi dan melibatkan detektif Kusanagi. Penyelidikan tentu saja mengarah pada Yasuoka, namun alibinya yang kuat dan tak terbantahkan membuat Kusanagi pusing tujuh keliling.

Keterlibatan Manabu Yukawa, seorang ahli fisika yang sekaligus sahabat Kusanagi dalam penyelidikan terjadi tanpa sengaja. Kemampuan Yukawa untuk membantu Kusanagi menganalisis dan memecahkan kasus mulai membuat cerita semakin menarik. Kasus menjadi lebih personal bagi Yukawa karena dia mengenal Ishigami secara pribadi semasa kuliah dulu. Yukawa tidak menduga bahwa Ishigami yang dulu dikenalnya sangat idealis berubah menjadi seperti sekarang, harus menghadapi kenyataan hidup yang tidak jarang di luar perkiraan. Namun Yukawa masih menaruh rasa hormat dan kepercayaan kepada temannya tersebut.

Mana yang lebih mudah? Menjawab berdasarkan ide sendiri atau memastikan apakah jawaban yang kita dengar dari orang lain itu benar atau salah?” Yukawa. Hlm 245

Hubungan Ishigami dan Yasuko sendiri menjadi sedikit rumit dengan kemunculan Kudo Kuniaki, kenalan Yasuko saat masih bekerja di tempat hiburan malam. Ishigami merasa kedekatannya dengan Yasuko terancam dengan kehadiran pria yang ingin berhubungan lebih lanjut dengan wanita satu anak tersebut. Ishigami pun bertindak lebih jauh karena rasa cemburunya yang cukup kuat.

Perlahan sang guru matermatika yang introvert dan sangat mencintai matermatika itu menjelma menjadi sosok yang di luar dugaan mampu berbuat di luar nalar. Tujuannya sekali lagi hanya satu, untuk memberikan kebahagiaan untuk Yasuko seorang. Hal ini tentu saja membuat Yasuko merasa bimbang, merasa berhutang atas bantuan Ishigami, namun juga ingin melupakan segala ketidakberuntungannya selama ini. Ketika satu hal terjadi pada Misato, Yasuko pun tak tinggal diam.

“Berbeda dengan matematikawan, kami para fisikawan tidak akan puas sebelum menguji.” Yukawa. Hlm 242.

Setelah sekian lama menganalisis berbagai fakta yang ada dan mengganggu benaknya. Yukawa mulai menemukan titik lemah alibi yang diciptakan Ishigami, trik cerdiknya, dan tentu saja kebenaran yang selama ini tidak dilihat Kusanagi dan pihak berwajib. Sebuah trik yang menjelang akhir cerita semakin menarik dan membuat pembaca cukup tercengang dengan kesetiaan dan kesungguhan Ishigami dalam usahanya menyelamatkan masa depan Yasuko dan Misato yang dikaguminya.

“Dasar-dasar seorang ilmuwan adalah mempercayai segala hal yang sesuai dengan logika meski bertentangan dengan perasaan. Itu yang selalu kautekankan.” Kusanagi. Hlm 271.


Membaca buku bertema detektif kriminal ini membutuhkan kesabaran karena penuturan cukup penuh detail di awal hingga pertengahan cerita dapat membuat bosan bagi sebagian pembaca yang menyukai alur cepat. Kesabaran para pembaca akan berbuah manis ketika menjelang akhir cerita mulai terungkap satu persatu berbagai misteri yang memang disimpan sang penulis sebagai penutup cerita.

Satu persamaan di antara Ishigami dan Yukawa: mereka ingin membangun dunia ini berdasarkan teori. Namun metode yang digunakan sama sekali berbeda. Bila yang dilakukan Ishigami sama dengan menumpuk beberapa set balok mainan yang terdiri ataas rumsus matematiks, maka Yukawa akan memulainya dari mengamati, menemmukan teka-teki di puncak balok itu, dan berusaha mengungkapkannya. Ishhigami menyukai metode simulasi, sementara ambisi Yukawa ada di eksperimen. Hlm 92.

Ide tentang kejeniusan Ishigami dalam merancang alibi sempurna untuk Yasuko patut diacungi jempol, membuat para pembaca tidak menyadarinya sampai diungkapkan oleh Yukawa. Konsep matematika dan fisika yang diperbandingkan tidak terlalu kentara selain beberapa kali deskripsi pemikiran, dialog Yukawa dan Ishigami, dan keberhasilan Yukawa menerapkan prinsip yang dianutnya tersebut.

Alasan Ishigami sangat mengagumi Yasuko pun terungkap dengan getirnya. Membuktikan bahwa tindakan seseorang baik yang disadari ataupun tidak akan memberikan dampak begitu besar terhadap orang lain.

Sementara itu keberadaan Kusanagi dan rekannya dalam upaya mereka memecahkan kasus pembunuhan Togashi selalu terganjal alibi sempurna rancangan Ishigami. Jalan buntu yang mereka hadapi seakan memang tidak terpecahkan sehingga mengesankan kurang handalnya mereka dalam memecahkan kasus pembunuhan yang misterius itu.

Untuk versi bahasa Indonesia, buku ini tampil cantik dengan balutan sampul berwarna merah dan boneka daruma di sudut kiri bawah smapul depan. Mengapa boneka daruma yang dipilih? Hal ini terkait dengan simbolisasi salah satu tokoh di dalam cerita. Terjemahannya pun nyaman dibaca, dimana pilihan kata yang digunakan terasa pas dan tidak kaku. Untuk beberapa istilah yang khas Jepang pun dijelaskan dengan catatan kaki, mempermudah pemahaman bagi pembaca yang tidak akrab dengan budaya Jepang.


Buku ini merupakan buku ketiga dalam seri Detektif Galileo karya Keigo Higashino. Sayang sekali buku pertamanya belum diterbitkan edisi Indonesianya, karena di buku ketiga ini hubungan Yukawa dan Kusanagi sudah terlihat dekat layaknya seorang sahabat. Aku berharap buku-buku lain dalam seri Detektif Galileo ini juga diterbitkan untuk nantinya melengkapi koleksiku.

Kisah tentang Detektif Galileo sendiri sudah dibuat dorama dan movie-nya, dan kebetulan aku sudah menonton versi doramanya sehingga bayangan yang muncul di kepalaku tentang Yukawa tentu saja adalah sosok Fukuyama Masaharu sebagai sosok Detektif jenius yang menganalisis segala sesuatu melalui eksperimen. #fangirlingmodeon

Terdapat versi film Korea dari buku ini yang sudah dibuat pada tahun 2012. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dari versi filmnya, karena adaptasi cerita dari buku biasanya memang mengalami berbagai penyesuaian. Namun tentu saja hal itu tidak menghentikan para penggemar setia Detektif Galielo untuk menikmati cerita detektif cukup unik ini.

Sensasi rasa seusai baca: 4/5

banner mr x

Nah, sekarang saatnya Giveaway. Setelah membaca resensi di atas apakah kamu tertarik untuk memiliki buku bersampul merah ini? Ada 1 buku Kesetiaan Mr. X untuk kalian nih. Ini dia persyaratannya:

  1. Peserta Giveaway tinggal di Indonesia
  2. Peserta Giveaway wajib Follow blog Melihat Kembali
  3. Follow akun twitter @daneeollie dan @gramedia
  4. Share link postingan ini ke sosial media yang kamu punya (Facebook, Twitter, atau Instagram) dengan hashtag #MrXBlogTour
  5. Taruh linknya di kolom komentar beserta jawaban pertanyaan di bawah ini dengan format: Nama; Email; Link Share; Jawaban.
  6. Pertanyaan:

Matematika versus Fisika, pelajaran mana yang lebih menarik minat kalian? Kenapa?

 

  • Jawaban akan dipilih melalui random.org, jadi selamat menebar mantra untuk keberuntungan kalian dalam mengikuti Giveaway ini ya.
  • Giveaway di blog ini hanya berlangsung selama 2 hari saja loh, mulai tanggal 22-23 Agustus 2016. Pemenang akan diumumkan di secara serentak oleh para host Mr.X Blog Tour pada tanggal 29 Agustus 2016. 

Nah, tunggu apalagi, segera saja bergabung dalam Giveaway ini, teman-teman!.

FYI, ini adalah Blog Tour pertama yang kuadakan di blogku #yeay dan sekaligus merupakan periode ketiga Blog Tour Kesetiaan Mr. X dari 5 blog yang ikut berpartisipasi.

Terima kasih @yayoimusume untuk kesempatannya ^^v

19 thoughts on “[Resensi+Blog Tour+Giveaway] Kesetiaan Mr. X

  1. nama: tezar
    email: tezarariyulianto @ gmail.com
    share twit: https://twitter.com/tezarnet/status/767657050864181248
    jawaban: Matematika. Karena tetangga saya adalah guru matematika. malu kalau dapat nilai jelek dikasih tau ke ibu, ha3.
    Ya, meski begitu saya lebih menyukai matematika sih. Kayaknya asyik bisa bermain dengan angka-angka dan permainan rumus. Rasanya juga amazing, kalau kita bisa menyelesaikan soal matematika. Berbeda dengan fisika, yang tertanam adalah diketahui, ditanyakan, jawab😦

  2. Wardah
    sepuluh.cokelat@gmail.com

    Boleh ga pilih salah satu pun? :”””
    Hahahhahaah habisnya gimana yaaa…. kalau dulu, 5-6 tahun lalu ditanyain, mungkin bakal jawab dengan mantap: Fisika. Nah, kalau sekarang, setelah masuk ke teknik fisika rasanya nggak bisa lagi bilang dengan mantap suka fisika.
    Masih suka sih, menikmatilah kalau ada pengetahuan-pengetahuan seputar fisika gitu. Sayangnya, kehidupan teknik keras, Bung! Jadi yah begitulah. Lebih baik tidak banyak bicara supaya tidak membuka luka lama *lama apaan*

  3. Nama: Ana Bahtera
    email: anabahtera@yahoo.co.id
    Link: https://twitter.com/anabahtera/status/767718237605814276
    Jawaban:
    Aaaaa….aku tak suka keduanya, benar-benar rumit rasanya kalau berhubungan dengan angka, kecuali nominal harga..haha
    tapi pastinya aku akan milih Mtematika daripada Fisika, karena seluruh kehidupan kita ini memerlukan perhitungan matematika.
    1. Tambah: terus berusaha menjadi lebih baik agar menambah pahala
    2. Kurang: mencoba mengurangi tingkah laku yang membuat sekeliling kita tak nyaman
    3. Kali: Jika hari di dunia dikalikan dengan hari diakhirat nanti, pasti kita akn sadar selalu berbuat kebaikan.
    4. Bagi: belajar berbagi dengan sekitar untuk kebahagian kita.
    Agar aku tak terlalu rumit memikirkan matematika jadi di buat analoginya saja..hahaha

  4. Rini Cipta Rahayu
    rinspiration95@gmail.com

    Fisika, maybe. Aku sebenarnya nggak terlalu bisa di pelajaran menghitung, tapi suka kalau sekalinya udah paham bakal dibuat soal kayak gimana aja masih bisa mengerjakan. Menurutku, tergantung penyampaian guru juga sih. Di SMA aku pernah punya guru fisika yang ngajarnya enak banget, jadi bener-bener paham, tanpa nyontek atau buat sontekan rumus, aku bisa dapat nilai 90-100 *bukan sombong sih* hehe.. Fisika juga salah satu mata pelajaran yang aku ikuti lesnya di sekolah.
    Fisika itu seru, belajar dari partikel-partikel kecil hingga yang paling besar. Belajar sifat-sifat materi gitu deh. Prakteknya juga menarik. Inget banget dulu ujian praktek fisika tentang Hukum Newton 1, aku kaitkan dengan ilmu perciintaan. Kelembaman, cenderung diam atau terus menerus bergerak. Ya sama kayak jomblo susah move on atau player yang terus menerus ‘main perasaan’. Trus ada juga praktek pakai statif dan benang yang mengingatkanku bahwa ketidaknyamanan cepat atau lambat tetap akan menyebabkan hubungan berantakan. *eeaa*
    Well, kalau bisa dimaknai secara sederhana dan dari sudut pandang berbeda, pelajaran di sekolah itu menyenangkan dan bermanfaat semua 😀

  5. Nama : della salsabila
    Email : dellasalsabila01@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/dellasalsbl/status/767728036095537152

    Oke, fisika vs matematika dua2nya mengandung rumus2 yg bisa dipecahkan dengan menghitung. Fisrtly aku emang suka banget sama pelajaran menghitung dari kecil. Entah kenapa, mungkin karena suka ngitung duit(?)😀 haha nggak. Soalnya otakku lebih berjalan jika disuruh menghitung dari pada menghafal spt pelajaran ips hmm:(
    Kalo lebih disuruh milih mtk/fisika of course aku bakalan milih mtk. Kenapa? Karna memang dasar2 hitungan spt +, -, ×, : itu kan dipelajari dari mtk, otomatis kalo aku gabelajar mtk, aku gabakal bisa fisika. Udah gitu fisika kan juga nggak terlalu diterapkan dlm kehidupan sehari2, gapernah malah. Kaya itung arus2 listrik, gunanya apa cb? emang aku cita2nya jd tukang listrik(?) wkwkwk oke sekian, thank you:D

  6. Nama: Aya Murning
    Email: ayamurning@gmail.com
    Link share:

    Fisika. Karena mapel ini lebih menantang selama masa sekolah dulu, bahkan hingga jenjang kuliah kalau udah ada matkul yang ada embel-embel fisikanya itu rasanya makin greget.

    Matematika lebih ke dasar ilmu perhitungannya, sedangkan fisika mengaplikasikan ilmu matematika itu berdasarkan sikon sehari-hari. Kita membaca situasi terlebih dahulu dari soal yang ada, lalu menerjemahkannya, menentukan variabel yang kurang, apa yang dicari, memilih rumus, baru deh tinggal hitung. Walau sebenarnya sih ngerjain soal fisika itu nggak semudah kayak yang kuomongin ini. Hahaha😄

  7. Nama : Yohana
    Email : yohanasiallagan23@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/MrsSiallagan/status/767861295425032193
    Jawaban : Lebih milih Fisika. Kenapa? Menurut saya fisika itu lebih menarik, nggak melulu soal angka loh, Fisika itu komplit. Di pelajaran ini kita bisa belajar banyak mulai dari listrik, gaya, energi. Jadi nggak selalu membosankan kan? Belajar fisika itu memang harus butuh ekstra keras, nggak boleh salah rumus, dan mesti ngerti bener konsep dasar. sedangkan matematika? semuanya soal angka. Agak jenuh juga ya otak kalo dijajalin sama angka tiap hari. Bosan gitu, pelajaran nggak bervariasi. Jadi, saya lebih memilih Fisika.

  8. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Email: elsitafransiska@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/sitasiska95/status/767918602896887808
    Jawaban: Sebenernya keduanya nggak ada yang paling disukai. Tapi kalo disuruh memilih, mending Matematika aja deh. Soalnya saya kuliah dan kerja di bidang akuntansi jadi matematika sangat membantu dalam hal pekerjaan saya. Kalo Fisika mah nggak ngerti. Terakhir belajar aja waktu SMP, SMK Akuntansi nggak ada mapel Fisika😀

  9. Nama: Cahya
    Email: cahyasptm@gmail.com
    Link tweet:

    Lebih suka fisika deh. Karena dulu aku ‘musuhan’ banget sama yang namanya aljabar dan kalkulus. Ampun dijeee. Dapet nilai 70-80 atau nilai B aja udah syukuuuuurrrr banget rasanya. Waw. Kayak baru dapet award😀

    Problematika dari ilmu fisika merangsang otak untuk bisa berimajinasi dengan persoalan yang ditanyakan. Apalagi pas sekolah dulu belajar fisikanya pake LCD dan ada animasinya. Sedangkan belajar matematika selalu ngejogrok di papan tulis biasa. Mungkin ini jadi salah satu sebab kenapa matematika dulu nggak begitu menarik minatku. Ehehe~

  10. Nama: Melita
    Email: melita.irma10@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/chocolita10/status/767994295387250688
    Jawaban:
    Saya pilih matematika

    Karena sebagai seorang kriptografer, mencintai matematika itu sesungguhnya mutlak dilakukan. Segala aspek dalam pekerjaan pasti akan selalu berkiblat ke teori-teori yang ada dalam mata pelajaran matematika. Empat tahun kuliah dengan mempelajari matematika ditambah dengan enam tahun bekerja di bidang yang berkaitan dengan ilmu matematika, membuat saya yakin kalau matematika itu bisa terlihat indah loh..

  11. Nama : Humaira
    Email : humairabalfas5@gmail.com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/767995768330293249?p=v

    Matematika versus Fisika, pelajaran mana yang lebih menarik minat kalian? Kenapa?

     

    Aku suka keduanya, jadi rada bingung buat mutusin. Tapi kalo dipaksa suruh pilih, aku pilih matematika aja. Istilahnya kalo ketemu matematika itu kayak dikasih hadiah, seneng banget. Kalo ketemu Fisika itu rasanya setengah-setengah, setengah seneng, setengah pusing😀. Kalo matematika seringnya digunain di kehidupan sehari-hari. Kalo di fisika yang ada di kehidupan sehari-hari kita ubah dalam bentuk hitungan melalui rumus plus prakteknya juga. Kalo keseringan belajar fisika pas lepas buku terus melakukan kegiatan yang kebayang itu ya pelajaran fisika lagi yang berhubungan dengan kegiatan tersebut, energi, daya, gaya gerak, dan teman-temannya lah.

  12. Nama: ari
    Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/768022590015188992
    Email: muthia_batari@yahoo.com
    Jawaban:

    Kalau ditanya begitu, aku sih lebih minat dengan fisika. Kenapa? Karena fisika itu kadang suka konyol. Konyolnya juga nyebelin #lah Banyak pertanyaan pertanyaan yang menurutku ga masuk akal buat dicari jawabannya, dipakein rumus, dibikin pusing. Bola melambung keatas dihitung, bunyi peluit dihitung, sampe-sampe jumlah getaran pelubang yang dilakukan alat pelubang aja dihitung! :’ Kalau lagi berhadapan dengan fisika itu bawaannya selalu mikir ’emang soal begini buat apa sih dihitung?’ Ekwkwkwk. Tapi karena itu pula fisika menjadi salah satu pewarna indah masa masa SMAku wkwk

  13. Bintang Maharani
    btgmhrn@gmail.com

    Matematika.
    Alasannya karena hmmmm karena seru aja buat saya. Sekali ketemu asyiknya, bisa lanjut ngerjain sampe berapa soal dengan tipe yang sama. Sekalinya dapet jawaban, pengen nambah lagi dan lagi. Ya jadi matematika itu lumayan bikin nagih, kalau emang udah ngerti hehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s