This Heart of Mine

Detail buku:
Judul asli:  (Whiskey Creek #8)
Penulis: Brenda Novak
Format: e-book
Tebal: 287 hlm
Dibaca 17-19 Februari 2017

Blurb:

First love. Second chance? As the daughter of a hoarder, Phoenix Fuller had a tough childhood. So when the handsome, popular Riley Stinson became her boyfriend in high school, she finally felt as though she had something to be proud of. Phoenix was desperate not to lose him-especially once she found out she was pregnant. Yes, she might have acted a bit obsessive when he broke up with her. But she did not run down the girl he started dating next. Unfortunately, there was no way to prove her innocence. Now, after serving her time in prison, Phoenix has been released. All she wants to do is return to Whiskey Creek and get to know her son. But Jacob’s father isn’t exactly welcoming. Riley doesn’t trust Phoenix, doesn’t want her in Jacob’s life. He is, however, ready to find someone to love. And he wants a good mother for his son. He has no idea that he’s about to find both!

Resensi:
Cerita kedelapan dalam serial Whiskey Creek ini adalah tentang Phoenix, wanita yang selama tujuh buku sebelumnya hanya dikenal dari cerita sekilas oleh Riley, mantan kekasihnya yang termasuk dalam grup pertemanan Eve cs. Riley diceritakan membenci Phoenix 17 tahun lalu masuk penjara dengan tuduhan sengaja menabrak Lori Mansfield, gadis yang sedang didekati Riley selepas dia memutuskan Phoenix yang tengah berbadan dua.

Riley pun harus membesarkan Jacob, anak yang dilahirkan Phoenix di dalam penjara. Riley berusaha memutuskan hubungan antara Phoenix dengan Jacob sehingga menjelang waktu keluarnya Phoenix dan penjara, Riley mengalami kegundahan karena tidak tahu apa yang akan terjadi antara mereka berdua dan Jacob.

Selepas keluar dari penjara, Phoenix tidak punya apa-apa sehingga dia terpaksa kembali ke Whiskey Creek dan menumpang di rumah trailer ibunya, Lizzie yang juga mengidap obesitas dan ketakutan untuk keluar rumah. Latar belakang keluarganya yang rapuh (ayah dan kedua kakak laki-lakinya meninggalkan rumah) serta tuduhan pembunuhan di masa lalu yang membuatnya masuk penjara tentu saja membuat Phoenix semakin tidak percaya diri. Namun begitu tekadnya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada rasa kasihan orang lain, terutama Riley membuat Phoenix menjadi karakter yang kuat. Berbagai penyiksaan yang dilakukan oleh Buddy, kakak laki-laki Lori, korban kecelakaan yang dituduhkan kepada Phoenix di masa lalu tidak membuat Phoenix gentar.

Sementara itu Riley yang di 7 buku sebelumnya terkesan membenci Phoenix sepertinya langsung luluh setelah melihat betapa kuatnya Phoenix dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapinya. Keengganan Riley untuk berhubungan dengan Phoenix, sepertinya menguap begitu saja sejak ketiganya bertemu atas permintaan Phoenix. Bahkan dia dan Jacob mulai percaya bahwa kejadian masa lalu yang membuat Phoenix masuk penjara dulu adalah kesalahan.

Tentangan dari keluarga Riley dan kelaurga Mansfield, orang tua Lori, terhadap kedekatannya, Jacob, dan Phoenix tidak menggentarkan Riley. Riley menyadari bahwa ketidakpeduliannya kepada Phoenix di masa lalu adalah kesalahan fatal. Sebagai seorang remaja dia merasakan tekanan dari orang-orang di sekitarnya, keharusan untuk menuruti kedua orang tuanya yang dianggapnya memberi keputusan terbaik untuknya, dan tidak adanya kekuatan untuk membela yang sebenarnya dicintainya.

Cukup terasa aneh bagiku karena sepanjang 7 buku terlihat ketidaksukaan Riley atas seluruh kiriman surat dari Phoenix untuk Jacob sehingga dia menyembunyikan surat-surat tersebut dan juga hanya menyimpan kiriman uang dari mantan kekasihnya itu sebagai dana kuliah Jacob nantinya.

Di buku kedelapan ini tidak pernah sekalipun Riley dan Jacob menunjukkan emosi negatif mereka kepada Phoenix. Padahal aku mendapat kesan bahwa orang-orang di Whiskey Creek membenci Phoenix, jadi kupikir hal itu akan membuat Jacob setidaknya mendapat ejekan dari teman-temannya dan membuatnya mengalami masa remaja yang agak berat. Namun semua itu tidak terjadi. Semuanya berjalan lancar bahkan walaupun Phoenix mendapat hinaan dari kedua orang tua Riley, hal itu tidak cukup menimbulkan konflik terlalu dalam di dalam cerita ini.

Walaupun ada beberapa hal yang terkesan berjalan sangat lancar bagi hubungan Phoenix, Riley, dan Jacob, namun aku suka interaksi mereka. Bahkan Jacob mampu berkomunikasi dengan cukup baik dengan Lizzie yang selalu meremehkan Phoenix dan membenci perlakukan Riley pada puterinya tersebut.

Suka dengan ketegaran Phoenix dan tekadnya untuk tidak tergoda kembali dengan Riley walaupun terkadang dialog tentang keenganannya itu terlalu frontal dan membuat Riley heran kenapa yang dibicarakan Phoenix selalu saja hubungan fisik. Sayangnya karakter Riley yang selama 17 tahun mengabaikan Phoenix dan baru menyadari perasaannya yang sesungguhnya di masa lalu terkesan terjadi begitu saja.

Sensasi rasa susai baca:
3*/5 untuk Phoenix yang berhasil mengalahkan masa lalunya. It’s better than the last two books of the series >_<“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s