Playing Around with Romance Day 12: Subgenre 101-Western Romance

banner fix

Genre romance memiliki cukup banyak sub-genre yang di dalamnya tentu saja menceritakan kisah cinta dengan berbagai setting dan elemen yang berbeda dan khas. Kali ini aku akan membahas sedikit tentang salah satu subgenre tersebut, yaitu western romance.

Mengapa aku memilih untuk membahas sub genre romance yang ini? Well, entah kenapa sejak kecil aku suka sekali dengan cerita ber-setting peternakan/ranch di Amerika televisi. Aku suka rumah kayu mereka, suasana perdesaan yang masih alami, padang rumput hijau yang membentang luas, dan tentu saja para koboi yang terlihat gagah saat berkuda dengan kemeja kotak-kota, sepatu boots, dan topi stetson mereka.

Nah, apa yang pertama kali terlintas saat mendengar kata western romance? Kisah cinta di alam liar Amerika dengan para koboi dan Indian? Berikut ini beberapa definisi tentang western romance:

  • Western romance refers to any genre romance set in the American West. Plots generally center around traditionally Western activities such as ranching and rodeo. A western romance can be either contemporary or historical set. (goodreads.com)
  • Western romance is a subgenre of romance, usually set during the American frontier-era. In addition, novels may take place in a contemporary western setting or in frontier Canada or Australia. Because of the customary action and adventure infused in these stories, they also can be considered as part of the western genre, with a strong romantic interest added. (bookcountry.com)

Seperti disebutkan dalam salah satu definisi western romance tersebut, sub genre ini terbagi menjadi dua setting, yaitu historis (masa lalu) dan kontemporer (masa kini). Apakah ada perbedaan di antara keduanya? Mari kita lihat.

  • Western Historical Romance

These novels are set in the frontier of the United States, Canada, or Australia.[4] Unlike Westerns, where women are often marginalized, the Western romance focuses on the experiences of the female.[8] Heroes in these novels seek adventure and are forced to conquer the unknown. They are often loners, slightly uncivilized, and “earthy.”[9] Their heroines are often forced to travel to the frontier by events outside their control. These women must learn to survive in a man’s world, and, by the end of the novel, have conquered their fears with love. In many cases the couple must face a level of personal danger, and, upon surmounting their troubles, are able to forge a strong relationship for the future.[9](wikipedia)

Western Historical Romance sebagian besar mengambil setting cerita pada pertengahan tahun 1800-an di beberapa midwest/wilayah tengah utara Amerika Serikat seperti Texas, Montana, Idaho, dan Wyoming. Kisah cinta antara kedua tokoh utama dilatarbelakangi perjuangan untuk bertahan hidup di tengah kerasnya alam Amerika yang masih liar. Keberadaan para bandit bersenjata, penegak hukum/sherrif, dan suku Indian sebagai penduduk asli Amerika juga masih banyak ditemui dalam Western Historical Romance.

Seperti layaknya kisah romance lainnya, karakter pria dalam subgenre ini sebagian besar masih digambarkan dengan cukup sempurna dan memiliki kelemahan yang ditutupi. Sementara itu karakter wanita cenderung lebih kuat, tegas, dan lebih berani mengemukakan pendapat. Tidak jarang tokoh wanita bekerja keras di ranch untuk bertahan hidup seperti layaknya para tokoh prianya. Di sini sudah terlihat perbedaan subgenre Western Historical Romance dibandingkan dengan historical romance murni yang cenderung lebih banyak menonjolkan kehidupan kelas atas.

Salah satu hal yang menarik dari cerita Western Historical Romance adalah keberadaan mail order bride. Tradisi ini muncul pada tahun 1800-an dimana para pria Amerika Utara yang sukses bermigrasi di daerah Barat mengalami kesulitan menemukan istri untuk membentuk keluarga. Mereka mengirimkan surat ke gereja dan mengiklankan diri di surat kabar. Para wanita yang tertarik akhirnya berkorespondensi dengan pria tersebut sekaligus mengirimkan foto mereka. Setelah menjalin komunikasi selama beberapa waktu dan merasa cocok, mereka memutuskan untuk menikah dengan orang asing yang sama sekali belum pernah mereka temui. Kebanyakan dari para wanita itu berstatus single, namun tidak jarang dari mereka adalah janda cerai, atau pelarian.

Oh ya, penjelasan tentang subgenre historical romance bisa dilihat di blog Ira di sini ya.

  • Western Contemporary Romance

Kisah cinta dengan setting western romance di masa kini ini sebagian besar masih dibumbui dengan persoalan keluarga, pengelolaan ranch, dan juga pertandingan rodeo. Namun mulai ada yang berani memasukkan unsur erotis dan hubungan cinta lebih dari satu pasangan dalam kisah subgenre ini, seperti Lorelei James. Ini tentu saja kontras dengan sebagian besar kisah western contemorary romance karya Diana Palmer yang tokoh utama wanitanya masih polos dan akhirnya bersatu dengan pria dengan trauma masa lalu yang selalu saja keras kepala menolaknya sebelum luluh kepada wanita tersebut.

Para tokoh pria dalam western contemorary romance biasanya berprofesi sebagai pemilik ranch, bull rider, cow rider, pekerja di area rodeo, dan juga Texas Ranger. Profesi terakhir ini berarti menampilkan keberadaan para penegak hukum di masa modern yang menangani kasus-kasus yang menimpan para penduduk di midwest sekaligus beberapa kasus kriminal lainnya.

Keberadaan para bandit sudah jarang ditemui walaupun keberadaan tokoh antagonis lainnya masih dimunculkan sebagai bumbu cerita. Kemunculan tokoh dengan darah Indian sangat jarang ditemui dan tidak terlalu menimbulkan konflik seperti dalam cerita Western Historical Romance.

Karakter pria dan wanita dalam Western Contemporary Romance sebagian besar masih sama seperti karaktter di Western Historical Romance, kuat, pekerja keras, dan suka menantang bahaya. Ciri khas kisah cinta dari midwest Amerika Serikat.

Berikut ini beberapa penulis romance yang fokus menulis/mempunyai karya dalam subgenre western romance:

  1. Catherine Anderson (Comanche series, Keegan-Paxton series)
  2. Lorraine Heath (Rouge in Texas series & Texas Trilogy (Leigh Brothers series))
  3. Linda Howard (Western Ladies series)
  4. Diana Palmer (Long, Tall Texans series, Wyoming Men series)
  5. Linda Lael Miller (Montana Creed series; Parable, Montana series; Stone Creek series)
  6. Stacey Kayne (Wild series, Bride series)
  7. Lorelei James (Rough Riders series, Blacktop Cowboys series, Wild West Boys series)
  8. Marietta, Montana (Copper Mountain) series
  9. Jodi Thomas (Harmony series, Wife Lottery series, Whispering Mountain series)

Setelah mencari berbagai informasi terkait western romance, aku menyadari bahwa masih banyak sekali buku dari subgenre ini yang belum aku baca. Ke depannya sepertinya aku harus lebih banyak lagi membaca buku western romance, terutama yang contemporary romance.

Semoga tulisan ini memberikan sedikit gambaran tentang subgenre western romance. Atau mungkin ada yang mau berbagi informasi dan judul buku wajib dibaca dari subgenre ini?


Silakan jelajahi blog teman-teman grup romance yang membahas beberapa subgenre romance lainnya di linky di bawah ini ya🙂

2 thoughts on “Playing Around with Romance Day 12: Subgenre 101-Western Romance

  1. Aku pernah baca buku Diana palmer yang subgenre Western Romance ini. Tapi lupa judulnya. Buku terjemahannya bersampul kuning dengan ilustrasi gambar kuda yang berlari.
    Tokoh koboi atau ranch ini selalu menarik kisahnya, apalagi biasanya tokoh laki-laki yang digambarkan memiliki pekerjaan berat di ranch yang membuat mereka berotot *gagal fokus* xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s