The Bride’s Stories Vol. 10 (A Bride’s Story #10)

Detail buku:
Judul asli: The Bride’s Stories Vol. 10 ((A Bride’s Story #10)
Penulis: Kaoru Mori
Penerbit: Level Comics
Terbit: 2 Januari 2019
Tebal: 192 hlm
ISBN: 9786020487830
Dibaca tanggal 15 Januari 2018

Blurb:
Dengan alasan ingin belajar memanah, Karluk meminta untuk diizinkan tinggal bersama keluarga Amira yang hidup nomaden. Di bawah bimbingan Azel dan para sepupunya, Karluk pun menempa diri untuk menjadi pria yang mampu melindungi Amira. Namun, musim dingin di tengah padang gersang sangatlah berat… Sementara itu, Smith dan Ali akhirnya semakin dekat dengan tujuan mereka, Ankara!

Resensi:
Buku kesepuluh dalam seri komik ini menjadi buku fisik pertama yang selesai aku baca di awal tahun 2019 ini.

Setelah di beberapa volume sebelumnya cerita melebar ke berbagai tokoh baru, di buku kesepuluh ini fokus cerita kembali ke kisah Karluk dan Amira dan juga ke kisah Smith dna Ali sejak di pertengahan cerita. Karluk yang sempat mengalami krisis percaya diri karena merasa Amira lebih hebat dari dirinya akhirnya mencoba untuk melatih kekuatannya. Dia mengikuti kakak Amira untuk berburu di musim dingin. Kali ini Karluk mendapat pengalaman baru berburu menggunakan elang emas. Dia juga mencoba menahan diri agar tidak terlalu sering menemui Amira karena dia lebih fokus meningkatkan kemampuannya.

Setelah kisah Amira dan Karluk mengalami kemajuan, Smith dan Ali pun mulai kembali diceritakan. Petualangan mereka yang sempat terlupakan berbuku-buku lamanya muncul di bagian paruh kedua buku ini. Kedua petualang ini menghadapi berbagai rintangan ketika sudah nyaris mencapai Ankara sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk sampai di kota tujuan mereka itu. Namun begitu, rintangan tersebut membuahkan pengalaman seru, termasuk terungkapnya keahlian Ali yang cukup keren dan membuat rombongan yang mereka ikuti merasa senang dengan hasilnya.

Di akhir buku kesepuluh ini, ada kejutan tidak terduga untuk Smith-atau mungkin dulu pernah dimunculkan petunjuknya namun karena sudah terlalu lama tidak diceritakan sehingga aku lupa? Hmm, dunno. Kejutan yang agak membuatku mengernyitkan dahi karena ada ada pemakluman dari pihak lain untuk mendukung kejutan tersebut. Hmmm.

Sensasi rasa seusai baca:
I always admire the details in every pictures in the comic panels of this book. Great talent and observation, Sensei.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s